Polisi Imbau Warga - Sekelompok warga nyaris bentrok dengan geng motor di flyover Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kapolsek Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono mengatakan kejadian tersebut merupakan aksi spontanitas warga karena kesal atas maraknya aksi gangster yang terjadi akhir-akhir ini. "Warga kumpul kalau ada yang lewat-lewat itu diusir nggak boleh masuk wilayah itu. Warga ini kayak mau ngeroyok, tapi itu niatnya pencegahan masyarakat," kata AKBP Lukam Cahyono saat dihubungi jalanmasyarakat .blogspot.com , Minggu (19/5/2019). Lukman mengatakan polisi juga datang ke lokasi pada Minggu (19/5) dini hari tadi. Polisi membubarkan kerumunan warga dan geng motor tersebut. "Kita ada ke sana juga dan masyarakat juga kita imbau untuk tidak kumpul agar tidak terjadi bentrok. Untuk para pemotor kita suruh kembali, warga juga kita imbau kembali," katanya. Lukman mengatakan masyarakat sekitar mencegat geng motor di lokasi untuk mencegah adanya aksi tawuran. D...
Tiga Relawan Pepes - Tiga relawan emak-emak dari PEPES yang melakukan kampanye hitam dengan menyebut Joko Widodo (Jokowi) akan melegalkan LGBT diancam hukuman 6 tahun perjara oleh jaksa. Menanggapi itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf menyerahkan kepada pihak yang menangani kasus tersebut. "Kalau soal hukum tentu soal berapa hukuman itu kan kewenangan hakim termasuk tuntutan jaksa. Kita terima aja apa adanya dan ambil hikmahnya," kata Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding kepada wartawan, Jumat (17/5/2019) malam. Namun, Karding meminta kasus tersebut dijadikan contoh sebagai pembelajaran untuk ke depannya. Dengan adanya kasus itu, Karding berharap pada pemilu-pemilu selanjutnya orang tidak mudah menyebarkan kabar bohong untuk memenangkan salah satu calonnya. "Bahwa tidak boleh ada kampanye hitam apalagi hal tersebut sampai pada mengancam pada persaudaraan, persatuan merusak pikiran orang yang salah dibenarkan, ini tidak baik. Itu hikmah yang harus ...