politikmasyarakat - Menjalani hubungan jangka panjang atau menahun memang butuh komitmen. Beberapa orang bisa terus terlihat romantis sampai lebih dari lima tahun berpacaran, yang lainnya hanya mesra sampai hitungan enam bulan.
Tak jarang perasaan bosan melanda di tahun pertama pacaran. Namun apakah itu hal yang normal? Menurut psikolog dan pakar hubungan Anna Surti Ariani, hubungan jangka panjang memang tidak bisa terus-terusan menyenangkan dan menggairahkan.
"Akan ada fase-fase hubungannya lebih tenang, bahkan membosankan. Tidak selalu ada yang salah. Justru pada saat-saat itulah komitmen diuji," tutur psikolog yang akrab disapa Nina ini.
Menurutnya, jika komitmen pasangan tinggi, maka walaupun membosankan, Anda akan tetap bersama. Namun kadang rasa bosan itu timbul karena hubungannya sendiri bermasalah. Semakin lama bersama, justru semakin buruk kualitasnya.
Contohnya hubungan yang lebih sering dilanda pertengkaran. Ada pula pasangan-pasangan yang berusaha tidak membicarakan masalah antara mereka sehingga semakin lama hubungan terasa menjauh dan mendingin.
"Pada kasus-kasus bermasalah, Anda berdua perlu mencari sumber masalah dan menuntaskannya," tambah Nina.
Kalau pada dasarnya Anda berdua mampu menyelesaikan masalah-masalah Anda, juga tetap mampu berkomunikasi dengan baik, mungkin memang tidak ada masalah. Bisa jadi ketidakhangatan itu hadir karena terlalu sibuk dengan urusan lain. Misalnya urusan pekerjaan atau keluarga besar.
Namun jika Anda berdua terus sibuk dengan urusan lain dan kurang memberi perhatian pada hubungan Anda, bukan saja hubungan semakin membosankan, Anda bahkan dapat mengalami masalah-masalah lain.
Untuk mengatasi kebosanan bagi Anda yang ingin berhubungan jangka panjang, psikolog pendiri situs Pranikah ini menyarankan untuk membuat variasi dalam hubungan. Variasi bisa berarti pergi ke tempat baru atau mencoba kegiatan baru. Variasi juga bisa berupa teman-teman baru atau topik-topik percakapan baru, yang lebih menantang emosi dan kecerdasan Anda.
Anda berdua juga bisa menetapkan target-target perbaikan hidup. Misalnya ingin memiliki properti baru atau ingin mengubah kebiasaan buruk tertentu.
"Kalau terus terasa membosankan, silakan Anda pertimbangkan ulang apakah akan dilanjutkan atau tidak. Bisa saja Anda berdua memang belum siap menjalin komitmen jangka panjang. Tak usah dipaksakan dulu," ujarnya
Tak jarang perasaan bosan melanda di tahun pertama pacaran. Namun apakah itu hal yang normal? Menurut psikolog dan pakar hubungan Anna Surti Ariani, hubungan jangka panjang memang tidak bisa terus-terusan menyenangkan dan menggairahkan.
"Akan ada fase-fase hubungannya lebih tenang, bahkan membosankan. Tidak selalu ada yang salah. Justru pada saat-saat itulah komitmen diuji," tutur psikolog yang akrab disapa Nina ini.
Menurutnya, jika komitmen pasangan tinggi, maka walaupun membosankan, Anda akan tetap bersama. Namun kadang rasa bosan itu timbul karena hubungannya sendiri bermasalah. Semakin lama bersama, justru semakin buruk kualitasnya.
Contohnya hubungan yang lebih sering dilanda pertengkaran. Ada pula pasangan-pasangan yang berusaha tidak membicarakan masalah antara mereka sehingga semakin lama hubungan terasa menjauh dan mendingin.
"Pada kasus-kasus bermasalah, Anda berdua perlu mencari sumber masalah dan menuntaskannya," tambah Nina.
Kalau pada dasarnya Anda berdua mampu menyelesaikan masalah-masalah Anda, juga tetap mampu berkomunikasi dengan baik, mungkin memang tidak ada masalah. Bisa jadi ketidakhangatan itu hadir karena terlalu sibuk dengan urusan lain. Misalnya urusan pekerjaan atau keluarga besar.
Namun jika Anda berdua terus sibuk dengan urusan lain dan kurang memberi perhatian pada hubungan Anda, bukan saja hubungan semakin membosankan, Anda bahkan dapat mengalami masalah-masalah lain.
Untuk mengatasi kebosanan bagi Anda yang ingin berhubungan jangka panjang, psikolog pendiri situs Pranikah ini menyarankan untuk membuat variasi dalam hubungan. Variasi bisa berarti pergi ke tempat baru atau mencoba kegiatan baru. Variasi juga bisa berupa teman-teman baru atau topik-topik percakapan baru, yang lebih menantang emosi dan kecerdasan Anda.
Anda berdua juga bisa menetapkan target-target perbaikan hidup. Misalnya ingin memiliki properti baru atau ingin mengubah kebiasaan buruk tertentu.
"Kalau terus terasa membosankan, silakan Anda pertimbangkan ulang apakah akan dilanjutkan atau tidak. Bisa saja Anda berdua memang belum siap menjalin komitmen jangka panjang. Tak usah dipaksakan dulu," ujarnya

Komentar
Posting Komentar