Langsung ke konten utama

Kapolda Riau no : 1 Dalam tes Urine


http://www.365kiu.com/?ref=761349

Politik Masyarakat - Seluruh anggota polisi yang bertugas di Mapolda Riau dikagetkan kedatangan tim dari Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri. Seluruh personel dikumpulkan dan dipaksa menjalani tes urine.

Menurut Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo, urine itu diambil untuk diperiksa kandungannya, apakah mengandung narkoba atau tidak. Ia menyebutkan, tes urine ini diwajibkan bagi semua personel, mulai dari kepangkatan bintara, perwira pertama dan perwira menengah.

"Bahkan, Kapolda Riau (Brigjen Zulkarnain Adinegara) juga ikut tes urine ini. Dia yang dites pertama kali," kata Guntur, Selasa (11/10/2016).

Guntur menyebutkan, tes ini dilakukan supaya institusi Polri, khususnya personel Polda Riau, bersih dari pengaruh barang haram tersebut. Apalagi, polisi merupakan garda terdepan penindak dan pemberantas bahaya narkoba.

"Ini juga langkah supaya personel Polda Riau tidak tercemari oleh pengedar narkoba yang sudah sangat membahayakan bangsa ini," ujar mantan Kapolres Pelalawan itu.

Sementara itu, Kombes Suherman selaku Kabag Gaktiplin Biro Provost Divpropam Mabes Polri yang memimpin tim ini, menyebut tes urine itu merupakan perintah langsung dari Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

"Kegiatan ini tercantum dalam Promoter No 10, progam Kapolri tentang penguatan pengawasan," kata Suherman.

Dia menyebut, hasil tes urine ini akan diumumkan dan bagi personel yang positif mengonsumsi narkoba akan diproses sesuai aturan yang berlaku. Dia menyebutkan, adanya tes urine diharapkan bisa meminimalkan tingkat penyalahgunaan narkoba di kalangan kepolisian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ABG 23 Tahun Jual Perawan Untuk Kredit Motor

Jalanmasyarakat - Baru berkerja seminggu di panti pijat , Astrid  23 tahun warga Ciledug , Tangerang , rela menjual keperawanannya seharga Rp 3 juta hanya untuk membeli sepeda motor. Astrid pun menceritakan perjalanan jual perawan nya kepada seorang Bos yang saat itu berada di salah satu pijat SPA di kawasan Bandar Soekarno Hatta , di mana tempat pijat tersebut merupakan salah satu tempat dirinya berkerja pada saat itu. "Mao gimana lagi mas , Awal nya saya juga takut karena sebelumnya saya juga belum pernah. tapi saya butuh uang tuk beli motor." kata Astrid sambil dengan senyuman genit. Astrid juga mengaku bahwa dirinya juga mendapatkan uang 3 juta dari hasil jual perawan yang di jual kepada salah satu bos Agen Bandar Poker . uang nya saya berikan sebagian untuk orang tua yang berada di kampung, lalu sisa nya untuk kredit Motor." tutur dirinya. Sebelumnya Astrid juga menceritakan bahwa dirinya sebelum bekerja di panti pijat dirinya pernah mendapatkan job sam...

Gadis Abg Cantik Minta di Perkosa Pacar , Malah Sang Pacar Gol

Jalanmasyarakat - Seorang ABG berusia 15 tahun di Sumenep, Jawa Timur (Jatim) meminta diperkosa pacarnya, Spd (24). Meski demikian, SPD harus tetap merasakan dinginnnya penjara dan dihukum selama 2 tahun. Kasus bermula kala pacaran mereka menginjak bulan ke-6. Pada suatu malam, ABG itu mengirim SMS ke Spd untuk bertemu di pematang sawah pada kurun 2013. Lantas mereka pun bertemu dan memadu kasih. Dalam pertemuan itu, anak kecil itu merayu Spd untuk mau berhubungan badan dengannya. "Saya merayu duluan dan menawari jiwa raga saya diserahkan ke dia," kata korban seperti tertuang dalam putusan PN Sumenep yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Sabtu (31/5/2014). Atas rayuan kekasihnya itu, Spd menolak berhubungan badan karena takut memalukan orang tua dan takut dosa. Tapi gadis tersebut memaksa untuk berhubungan badan. Spd akhirnya terpojok dan melakukan persetubuhan itu. Agen Bandar Poker - "Terimakasih Kak, saya tidak menyesal karena saya mencintai Kakak,...

Pelajar Mengaku Melakukan Sex Karena Saling Suka

Cerita Masyarakat - Sepasang pelajar yang tepergok berhubungan intim layaknya suami-istri di sebuah rumah di Kecamatan Karangjati Ngawi Jawa Timur, diketahui berasal dari dua sekolah yang berbeda. Gadis belia yang ditangkap warga itu berasal dari SMPN 1 Karangjati sedangkan pacarnya masih tercatat sebagai murid SMPN 2 Karangjati. Hal itu terungkap dari hasil penyelidikan yang dilakukan polisi di Mapolres Ngawi pada Kamis (24/4) kemarin. Tak hanya itu saja, kedua pelajar juga masih tercatat sebagai siswa kelas IX di dua sekolah itu. Saat dimintai keterangannya di Polres, Mereka mengaku berhubungan intim tanpa paksaan karena telah lama pacaran. Namun, pelajar laki-laki dari SMPN 2 Karangjati mengaku menyesal melakukan perbuatan bejat bersama kekasihnya. Dia berjanji tidak akan lagi mengulangi perbuatan serupa. Menurut petugas jaga di SPK Polres Ngawi Brigadir Hendri Cosondira, kedua pelaku mesum ini masih menjalani penyelidikan oleh polisi di ruang PPA. "Mungkin sekarang masih d...