CERITA MASYARAKAT - Kepolisian Resor (Polres) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil menangkap Sulfian (29), tersangka pembunuh Ferawati Fajar (19), korban yg ditemukan tidak bernyawa di semak-semak Jalan Banteng, Kelurahan Rahandaona, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra),
Pelaku ditangkap polisi di Pelabuhan Leato Gorontalo, tempat keluarganya bekerja.
Kasubdit Dokpol Rumah Sakit Bhayangkara Kendari, Kompol dr Mauluddin yg ikut langsung dalam penyergapan ini mengatakan, usai menghabisi korban, tersangka kemudian melarikan diri ke Gorontalo dengan menggunakan sepeda motor.
“Kita amankan pelaku dipukul 13.00 Wita di Pelabuhan Leato, Kelurahan Leato Utara, Kota Gorontalo. Besok pagi baru tiba di Kendari,” tutur Mauliddin via telepon selulernya,
Menurut dia, keluarga tempatnya tinggal tidak mengetahui bahwa tersangka menjadi buronan karena terlibat kasus pembunuhan. Tersangka sendiri sudah menikah dan istrinya berdomisili di Kabupaten Konawe Selatan.
“Jadi pelaku kabur dengan motornya lewat Konawe Utara menuju Kabupaten Morowali kemudian lewat Parigi Motong dan terakhir di Gorontalo sama keluarganya,” katanya.
Berdasarkan keterangan sementara, motif tersangka tega membunuh korban yg tidak lain sepupunya itu akibat pengaruh minuman keras.
“Sekitar jam 3 sorenya, pelaku mengaku terangsang melihat korban yg hanya pakai handuk keluar dari kamar mandi. Lalu pelaku memaksa korban untuk berhubungan in**m, korban sempat melakukan perlawanan dengan menggigit tangan pelaku,” tambah Mauluddin.
Karena korban melawan, pelaku memukul wajah korban kemudian mencekiknya. Setelah korban tidak berdaya, ia pun melancarkan aksinya dengan menyetubuhi korban.
“Sambil menunggu gelap, Sulfian memasukkan tubuh korban ke dalam drum penampung air di belakang rumah yg ditumpanginya. Lalu sekitar pukul 19.00 Wita malam, ia menggendong sendiri tubuh Fera kemudian membuangnya ke semak-semak pinggir sungai lokasi temuan mayat korban,” terangnya

Komentar
Posting Komentar